Secara arti kata nirmana dapat diartikan sebagai tidak ada wujud atau tidak ada rupa, hal ini dimaksudkan bahwa nirmana dari semula yang tidak ada / tidak ada rupa kemudian berwujud media rupa untuk memperoleh keindahan. Nirmana dikatakan pula sebagai ilmu keindahan.
Pada unsur konseptual nirmana terdiri dari elemen titik, elemen garis, elemen bidang, elemen gempal.
Elemen titik adalah suatu bentuk kecil yang tidak mempunyai dimensi. Dari sebuah titik dapat dikembangkan menjadi garis atau bidang. Pada gambar dalam bidang gambar akan berawal dari sebuah titik dan berhenti pada sebuah titik.
Secara umum bentuk diartikan titik karena ukurannya yang kecil. Namun pengertian kecil itu sesungguhnya nisbi / bersifat relatif tergantung dibandingkan dengan apa dan ukuran seberapa besar.
Ciri khas dari elemen titik adalah ukurannya yang kecil dan rautnya sederhana.Karya seni dapat dihasilkan dengan teknik titik-titik. Dalam mengatur titik pada suatu bidang, Saudara bebas menentukan jumlah titik dan alat penyentuh. Tujuan yang diharapkan adalah efek dari percampuran titik-titik tersebut yang akan menghasilkan warna tertentu.
2. Raut Titik
Raut titik yang paling umum adalah bundaran sederhana, mampat, tak bersudut dan tanpa arah. Titik dapat juga beraut bujur sangkar , segitiga dan lain sebagainya.
 |
| Raut titik |
Raut titik tergantung alat penyentuh yang digunakan, atau tergantung bentuk benda yang dibayangkan sebagai titik.
B. ELEMENT GARIS
Garis adalah suatu hasil goresan nyata dan batas limit suatu benda, ruang, rangkaian masa dan warna. Garis bisa panjang, pendek, tebal, tipis, lurus, melengkung, berombak, vertikal, horizontal, diagonal, dan lain sebagainya. Jika titik-titik diletakkan sejajar secara berimpit, maka akan didapatkan sebuah garis.
 |
| element garis |
Saat menyentuh alat gambar atau alat tulis dan saudara berusaha menggerakkannya pada suatu bidang maka akan meninggalkan bekas. Bekas itu disebut goresan atau garis. Disebut demikian karena bentuknya yang kecil memanjang dan hal ini bersifat nisbi.
Saat menggunakan alat gambar / alat tulis kecil runcing, tumpul besar, gepeng lebar seperti kuas gepeng lebar, semua hasil goresannya digolongkan sebagai garis
1. Raut Garis
Raut adalah ciri khas suatu bentuk. Raut garis adalah ciri khas bentuk garis. Raut garis secara garis besar hanya terdiri dari dua macam, yaitu garis lurus dan garis bengkok atau lengkung. Namun, jika dirinci terdapat empat macam jenis garis sebagai berikut.
Garis lurus :
terdiri dari garis horizontal, diagonal, dan vertikal.
Garis lengkung :
terdiri dari garis lengkung kubah, garis lengkung busur, dan lengkung mengapung.
Garis majemuk :
terdiri dari garis zig-zag, dan garis berombak/lengkung S. garis zig-zag sebenarnya merupakan garis-garis lurus berbeda arah yang bersambung, dan garis berombak/lengkung S adalah garis-garis lengkung yang bersambung.
Garis gabungan :
yaitu garis hasil gabungan antara garis lurus, garis lengkung, dan garis majemuk.
2. Interval Tangga Raut Garis
Pada dasarnya raut garis hanya terdiri dari garis lurus dan garis lengkung. Garis lengkung bisa terdiri dari lengkung tunggal dan lengkung ganda (lengkung S). Perbedaan raut pada garis lurus dan garis lengkung dapat dibuat tujuh interval tangga, seperti tangga nada do, re, mi, fa, so, la, si.
 |
| Interval tangga raut garis |
Menyusun garis-garis dengan dua atau tiga interval tangga berdekatan, misalnya nomor 1 dan 2, nomor 5 dan 6, atau nomor 1,2, dan 3, atau nomor-nomor yang lainnya yang saling berdekatan, disebut transisi. Hasilnya harmonis, enak dilihat, cocok untuk hal-hal yang perlu dinikmati berlama-lama, seperti interior, lukisan, busana, dan lain sebagainya.
Jika hanya satu nada akan terdengar monoton, jika dua atau tiga nada yang berdekatan akan terdengar harmonis, dan jika menggunakan dua nada yang bertentangan misalnya nada tinggi dan nada rendah akan terdengar kontras, begitu juga pada garis saat garis nomor 1 bersanding dengan 6 atau 7 akan terlihat kontras.
3. Ukuran Garis
Ukuran garis bukan berdasar ukuran sentimeter atau meter, tetapi ukuran yang bersifat nisbi, yakni ukuran garis yang berupa panjang-pendek, tinggi-rendah, besar-kecil, dan tebal-tipis. Seberapa panjang, tinggi, dan besarnya dipengaruhi oleh tempat atau ruang dimana garis berada. Sedangkan ukuran tebal-tipis dipengaruhi oleh alat dan tekanan penggoresan. Jika alat penggoresnya pensil misalnya jenis pensil 2H, H, HB, 1B, 2B, 3B, 4B, atau 5B dan faktor kekuatan tekanan dalam penggoresan. Oleh karenannya, dengan pensil yang sama, tetapi tekanan penggoresan yang berbeda, akan dihasilkan ketebalan yang berbeda pula.
4. Interval Tangga Ukuran Garis
Menyusun garis dengan dua atau tiga interval garis yang berjauhan disebut oposisi, hasilnya kontras, dinamis, keras, kuat, kuat, tajam, namun bisa juga menjadi kurang bagus dilihat jika tidak tepat menyusun ukuran garisnya.
 |
| Interval tangga ukuran garis |
5. Arah Garis
Arah elemen garis hanya ada tiga, yaitu horizontal, diagonal, vertikal.
Garis bisa lurus, melengkung atau bergerigi, namun arah geraknya dari garis tetap terdiri dari tiga arah.
6. Interval Tangga Arah Garis
Arah garis dapat berupa arah horizontal, arah diagonal, dan arah vertikal. Dari arah horizontal. Diagonal, vertikal, dapat dibuat tujuh vertikal tangga arah garis.
Komposisi yang dihasilkan dari menyusun dua atau tiga interval tangga saling berdekatan akan menghasilkan transisi yang harmonis, enak dilihat, menyenangkan. Komposisi yang dihasilkan dari menyusun dua atau tiga arah garis yang saling berjauhan disebut oposisi, hasilnya kontras, dinamis, keras, kuat, tajam, namun bisa juga menjadi kurang bagus dilihat jika tidak tepat menyusun arah garisnya.
 |
| Interval tangga arah garis |
7. Gerak Garis
Gerak garis merupakan arah gerak saat menggoreskan garis tersebut. Gerak garis bisa dikatakan irama garis. Arah garis dapat lurus, lengkung, lengkung ganda/majemuk, berombak merata, berombak dari kecil ke besar, berombak dari besar ke kecil, melingkar-lingkar, patah-patah, bergigi, atau campuran dari beberapa aspek.
Berbagai Susunan Garis dan Efeknya
Susunan garis horizontal : | menghasilkan kesan tenang, damai, tetapi pasif. |
Susunan garis-garis vertikal : | menghasilkan kesan stabil, megah, kuat, statis dan kaku |
Susunan garis-garis diagonal (kanan/kiri) : | menghasilkan kesan bergerak lari/meluncur, dinamis, tetapi tampak tak seimbang. |
Susunan garis-garis lengkung : | memberi kesan ringan dinamis, dan kuat. |
Susunan garis-garis zig-zag : | menghasilkan kesan semangat, gairah tetapi ada kesan bahaya, dan kengerian. |
Susunan garis-garis lengkung berombak atau lengkung S : | memberikan kesan indah, dinamis, luwes, lemah gemulai. |
Susunan garis-garis berjajar | Memberikan kesan enak, lembut, rapi, tenang. |
No comments for "Belajar Dasar Materi Konseptual Nirmana dwimatra pada Elemen Titik dan Garis"
Post a Comment